Saturday, December 28, 2013

5 Larangan Teknologi di Dunia Terbaru 2014


5 Larangan Teknologi di Dunia Terbaru 2014

Teknologi memang  memiliki nilai positif untuk masa depan, namun tidak dipungkiri juga memiliki nilai yang negatif. Nilai negatif pastilah ada pada setiap teknologi, yang memungkinkan adanya penolakan dan larangan. Nilai negatif itu meliputi keamanan, kenyamanan, perlindungan dan privasi.  Hal itulah yang menimbulkan penolakan atau larangan, bila salah satu  poin memiliki kekurangan dan membahayakan setiap individu atau kelompok. Berikut uniknya merangkum 5 larangan teknologi yang pernah ada di dunia:
1. Apple’s Sexy Apps
Sejak tahun 2010 Apple mulai menerapkan teknologi perlindungan konsumen, dengan gagasan AppleCare terbaru. Pada 2010 secara resmi Apple memperlakukan larangan untuk aplikasi-aplikasi yang tidak pantas seperti pornografi dan sejenisnya, di itunes store. Diantara aplikasi yang dianggap di luar batas adalah iBoobs, aplikasi ini memang tergolong untuk kalangan dewasa, yang memungkin pengguna untuk mengoyang-goyangkan buah dada pada layar. Itulah mengapa Apple melakukan kebijakan perlindungan konsumen untuk mengatur pasar itunes agar lebih sehat untuk segala kalangan.
Apples-Sexy-Apps
2. Google Street View
Google street view merupakan teknologi yang memang memungkinkan pengguna untuk melihat secara jelas jalan suatu wilayah dengan menggunakan sistem GPRS yang canggih, dengan memberikan pandangan jalan hingga 360°. Tidak hanya itu saja, pengguna juga diperbolehkan melihat bagian dari kota pilihan mereka, yang dapat digerakan dengan mouse dan keybord. Namun, karena masalah terkait privasi wilayah, akhirnya pada Mei 2009 teknologi ini mengalami banyak larangan, baik itu karena memunculkan gambar yang tidak pantas untuk diperlihatkan, dan masalah privasi suatu negara, yang dianggap dapat mengancam keamanan suatu negara. Oleh karena itulah kini Google Street View banyak mengalami perubahan baik itu pembatasan wilayah yang memiliki hak privasi dan penghapusan gambar-gambar yang tidak pantas.
google-street-view-capture
3. Larangan Memiliki Ponsel di Kuba
Fidel Castro pernah secara terang-terangan melarang 11 juta warganya untuk memiliki ponsel. Ya, selama rentan kekuasaannya yang hampir setengah abad Fidel secara agresif melakukan pembatasan pengaruh luar, termasuk dalam kepemilikian ponsel. Dia mengatakan bahwa ini adalah sebuah “pertempuran gagasan” untuk melawan musuh besar Amerika Serikat.
28_beritagar-penyadapan-telepon-umum_l
4. Larangan Penggunaan Laser pointer di Australia dan Sebagian Negara Eropa
Laser  pointer sering kali digunakan untuk menerangkan materi yang diberikan dosen, melakukan presentasi pekerjaan,menangkal beruang saat berkemah, mainan anak-anak bahkan sering kali digunakan untuk menembak para pemain sepak bola. Namun, tahu gak? Pada tahun 2008, Australia dan sebagian besar Eropa melarang penggunaan laser pointer ini,  alasannya adalah keamanan.
Laser_pointers
5.  Larangan iPad di Israel
Israel merupakan rumah bagi beberapa teknologi yang paling maju di dunia. Namun, bulan April 2010, Tel Aviv melarang penggunaan iPad di tanah Israel, dan setiap pendaratan penumpang di negaranya yang kedapatan membawa Ipad harus di sita, dan harus membayar $12 untuk biaya penyimpanan. Hal ini dilakukan karena pihak otoritas negara mengklaim teknologi Ipad pada fungsi wifi hanya memenuhi standar Amerika dan bukan untuk Eropa termasuk Israel. Hal itulah dapat menimbulkan potensi yang membahayakan bagi keamanan Israel. Namun larangan ini pun akhirnya di cabut pada  25 April 2010.
israel_bans_iad_etn1s

5 Larangan Teknologi di Dunia Terbaru 2014

2 Responses to "5 Larangan Teknologi di Dunia Terbaru 2014"

kalau no satu saya setuju adanya pelarangan tapi kalau yang lainnya sih masih wajar-wajar aja, jadi nggak perlu kayaknya sampai dilarang hehe...

iya gan..makasih dah berkunjung

Notes :
- Harap Berkomentar Sesuai Dengan Judul Bacaan
- Tidak diperbolehkan Untuk Mempromosikan Barang Atau Berjualan
- Bagi Komentar Yang Menautkan Link Aktif Dianggap Spam
- Silahkan Follow [ Join With us ] 100% saya Akan Follow back